Daftar Isi

Kamis, 07 Oktober 2021

Peran dan akibat karakter FoMO Generasi Z pada media informasi

        


Remote untuk mengontrol informasi publik ada ditangan kita sendiri. Skema teknologi yang tersedia gratis atau berbayar dapat dimanfaatkan untuk mempercepat dan memperluas jangkauannya, namun persaingan akan terus terjadi karena media baru cenderung  lebih fleksibel dan mandiri; tidak terikat oleh ketentuan institusional. Karakter FoMO (Fear of Missing Out) dominasi Gen Y atau Z yang muncul pun tidak serta merta menentukan tingkat keberhasilan usaha memperlihatkan informasi, menarik perhatian, bahkan mempengaruhi tindakan mereka. Contoh: Kebutuhan atau ketertarikan  seseorang terhadap suatu informasi yang terlanjur terekam alogaritma sebuah platform media sosial, kebiasaan atau jejak pengguna ini bisa menjadi 2 mata pisau bagi kepentingan postingan kita. Tapi kita tetap memiliki dan diberikan pilihan cara-cara terbaik yang bisa dilakukan.

Sumber Bacaan (diakses 07/10/2021):

(doi.org/10.2921/08jces44700);(puslitjakdikbud.kemdikbud.go.id);(http://repository.untar.ac.id/);(idcloudhost.com);(dx.doi.org/10.29300/mkt.v5i1.3135);(doi.org/10.37108/shaut.v12i1.303)


Multi-Device WhatsApp Mode Beta



        Akuisisi WhatsApp oleh perusahaan milik Mark Zuckerberg  Facebook Inc tahun 2014 telah membawanya ketahap besar perubahan dan penyesuaian. Setelah meluncurkan WhatsApp Web dan versi dekstop tahun 2015, dukungan baru yang sedang dijajal adalah multi-devicenya. Rilis pada 24 Juli lalu pada pengguna iOs, penyempurnaan fitur login diperangkat lain ini memungkinkan pengguna menggunakan WhatsApp di ponsel dan hingga 4 perangkat non ponsel lain secara bersamaan, bahkan jika baterai ponsel mati. Multi-device ini juga telah meluncur di WhatsApp Beta (Android) versi 2.21.15.3, 2.21.15.9 dan 2.21.15.10. Dengan beberapa perbaikan, dalam waktu dekat fitur ini memungkinkan akan segera bisa dinikmati.

Sumber bacaan (Diakses: Rabu, 6 Oktober 2021) : (internasional.kontan.co.id); (cnbcindonesia.com); (makemac.grid.id); (id.wikipedia.org)


Minggu, 11 Juli 2021

Stop Assuming

(Oleh Dilla Nursyafitri)

Berhenti berpikir bahwa kamu adalah satu-satunya orang yang masalahnya paling pelik
Merasa bahwa tidak ada yang mau mendengar
Merasa semua orang tidak mengerti dan peduli
Bahwa tidak ada yang dapat diandalkan
Tidak.
Dunia tidak sejahat itu
Kamu yang tidak bisa membaur dengan orang lain, yang menutup diri,  bahkan tidak pandai membaca kode semesta.
Berhenti menyalahkan orang lain.
Kamu yang tidak bisa sejalan, mereka yang dijadikan alasan


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Puisi lainya dapat baca di https://dillanursyafitri.blogspot.com

Posting Unggulan

Tak Renta

Menghabiskan sisa umur yang tak lagi muda bukan gampang. Meski seluk beluk kehidupan dengan berbagai macam cobaannya telah banyak dilalui. T...